Cara Tepat dan Aman Mencerahkan Kulit

Cara Tepat dan Aman Mencerahkan Kulit

Penampilan Anda akan terlihat lebih menarik jika memiliki kulit yang cerah. Berbagai perawatan mencerahkan kulit yang aman pun bisa menjadi pilihan mulai dari perawatan harian hingga treatment pencerahan. Namun perlu diingat, pencerahan kulit tidak bisa terlalu cepat. Lalu apa saja perawatan yang tepat dan aman untuk mencerahkan kulit?

Wanita cantik itu yang berkulit cerah atau putih. Mindset seperti itu masih terpatri kuat dalam benak para wanita Indonesia yang umumnya berkulit kuning langsat dan sawo matang. Meski saat ini treatment tanning atau menggelapkan kulit mulai menjadi tren, tetapi masih banyak wanita lebih bangga jika kulitnya lebih cerah dan putih. Tak mengherankan berbagai produk mencerahkan kulit di pasaran hingga aneka treatment modern di klinik kecantikan laku keras.

Dijelaskan oleh dr. Euis Mutmainnah, SpKK, dokter spesialis kulit dan kelamin, setiap individu sebenarnya sudah dikaruniai tipe kulit masing-masnig sesuai dengan genetic dan geografis tempat tinggalnya. Tipe kulit dibedakan dari skala satu hingga enam. Tipe kulit orang Indonesia berada pada skala empat dan lima. Selain berdasarkan tipe kulit, terlalu sering terpapar sinar matahari membuat kulit menjadi lebih gelap, kusam dan timbul hiperpigmentasi.

Perawatan Harian. Seberapa pentingkah kulit perlu dicerahkan? Sebenarnya yang perlu diperhatikan seseorang adalaj kulit yang sehat, bukan warna kulit yang cerah atau putih. Pasalnya, jika kulit sehat maka dengan sendirinya kulit akan terlihat lebih cerah, bercahaya, halus dan lembut. Nah, untuk medapatkan kulit yang demikian maka sebaiknya melakukan perawatan dari dalam dan luar kulit, yang rutin dilakukan.

Perawatan dari dalam dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang nutrisinya seimbang antara karbohidrat, protein, vitamin dan mineral. Dianjurkan juga mengonsumsi makanan yang mengandung antioksidan, misalnya buah-buahan seperti papaya, jeruk dan jambu biji, serta sayur-sayuran seperti brokoli, kol dan bayam.

Juga perbanyak minum air putih delapan gelas sehari atau 2-3 liter sehari agar kulit menjadi lembab dan terlihat cerah. Pagi hari setelah bangun tidur dianjurkan minum dua gelas air hangat karena dapat membantu proses buang air besar. Antara waktu sarapan dan makan siang sebaiknya juga banyak minum air putih. Begitu pula antara makan siang dengan makan malam dianjurkan banyak minum air putih. Namun sebaiknya dua jam sebelum tidur tidak banyak minum arena akan menggangu kulaitas tidur, yang akhirnya berdampak buruk pada kesehatan.

Olahraga juga menjadi satu kegiatan yang sebaiknya dilakukan agar kulit cerah. Dengan olahraga maka keringat keluar dan sirkulasi darah menjadi lebih lancar sehingga efeknya regenerasi sel-sel kulit berjalan lancar serta kulit menjadi sehat sehingga terlihat cerah, lembab dan halus. Sebaiknya jika kulit kering dan dehidrasi, maka akan terlihat kusam atau tidak cerah.
Olahraga yang sebaiknya dilakukan adalah olahraga ringan seperti jogging atau lari pagi yang dilakukan secara rutin 15-30 menit setiap hari, ataupun yoga selama 20-30 menit seminggu sekali. Selain itu, tidur cukup delapan jam sehari, karena pada saat tidur terjadi proses regenerasi sel-sel kulit. Jika tidur cukup maka sel-sel kulit akan terlihat lebih cerah dan muda.
Namun untuk mencerahkan kulit tak cukup dengan perawatan dari dalam seperti yang sudah dijelaskan diatas. Perawatan kulit dari luar juga sebaiknya dilakukan rutin agar kulit terlihat lebih cerah. Apa saja perawatannya?

1. Membersihkan Kulit
Meski terkesan sederhana, namun perawatan kulit dari luar harus dilakukan secara rutin. Perawatan cukup simpel yaitu dengan mandi sehari dua kali menggunakan sabun yang mengandung pelembab. Namun tak cukup mandi, sebaiknya Anda juga rutin membersihkan wajah tiga kali sehari yang dilakukan pagi hari saat mandi dan sebelum beraktivitas., sore hari saat pulang beraktivitas karena pada saat itu wajah sangat kotor, serta malam hari sebelim tidur.

Pembersihan kulit penting dilakukan secara rutin karena dengan membersihkan kulit maka sel-sel kulit mati yang menumpuk pada kulit wajah ataupun seluruh tubuh akan terbuang sehingga kulit cerah. Sementara jika malas membersihkan kulit, maka sel-sel kulit mati manumpuk sehingga kulit terlihat kusam. Meski membersihkan wajah itu penting, namun menurut dr. Euis tidak dianjurkan terlalu sering mencuci wajah karena itu akan justru merusak kulit.

Untuk membersihkan kulit, terutama untuk kulit wajah, sebaiknya menggunakan pembersih wajah yang sesuai dengan jenis kulit. Jika jenis kulit normal dan berminyak, bisa menggunakan facial wash. Sementara untuk kulit sensitive sebaiknya menggunakan facial wash yang lembut, atau menggunakan  cleanser (susu pembersih) ataupun lotion pembersih untuk mengangkat semua kotoran di wajah. Jika Anda memilih pembersih wajah cleanser maka sebaiknya tetap dibilas kembali dengan air dan facial wash agar sisa-sisa cleanser yang ada di wajah tidak menumpuk, yang justru akan membuat kulit wajah berminyak dan mrnutup pori-pori sehingga wajah berkomedo.

2. Menggunakan Pelembab
Penggunaan pelembab menjadi hal yang wajib agar kulit terlihat cerah. Pasalnya, pelembab akan membuat kulit terlihat lebih sehat yaitu lembab, halus dan lembut. Kulit yang demikian membuat pertahanan kulit menjadi baik sehingga fungsi proteksi kulit akan lebih baik serta kulit tidak bermasalah seperti alergi, iritasi, dan infeksi. Dengan demikian maka kulit terlihat labih cerah.
Pelembab sebaiknya digunakan sehabis mandi ataupun mencuci wajah sehingga fungsi pelembab lebih dirasakan. Sesudah kulit dikeringkan dengan handuk lembut, pelembab dioleskan ke kulit seluruh tubuh, termasuk kulit wajah. Sebaiknya pelembab untuk wajah dan seluruh tubuh dibedakan, karena terkadang jenis kulit pada wajah dan tubuh berbeda. Ada orang yang jenis kulit wajahnya berminyak, tetapi kulit seluruh tubuh kering. Jika jenis kulit wajah berjerawat ataupun berminyak, sebaiknya tidak menggunakan pelembab yang terallu creamy karena justru akan memicu timbulnya jerawat lagi.

Tidak ada ketentuan harus seberapa serng menggunakan pelembab, tetapi disesuaikan dengan kebutuhan. Jika kulit terlihat sangat sering maka bisa dioleskan pelembab lebih sering. Selain pagi hari sesudah mandi, pelembab umumnya digunakan pada malam hari sebelum tidur.

Ditambahkan oleh dr. Ratna Komala Dewi, SpKK, M.Kes, dokter spesialis kulit dan kelamin, pelembab untuk tubuh (body lotion) sebaiknya dibedakan untuk pagi dan malam hari, yang fungsinya untuk mencerahkan kulit. Pelembab yang digunakan pagi hari umumnya ditambahkan SPF 30 untuk melindungi kulit dari sinar matahari secara langsung dan zat sifatnya bisa mencerahkan kulit. Untuk pelembab malam hari, ditambahkan bahan aktif yang tidak bisa digunakan pada siang hari.

3. Menggunakan Tabir Surya
Perawatan kulit sehari-hari yang sebaiknya tidak diabaikan adalah penggunaan tabir surya (sunscreen/sunblock). Tabir surya digunakan untuk perlindungan kulit dari paparan sinar matahari secara langsung. Jika kulit terkena sinar ultraviolet dari sinar matahari maka akan merangsang pembentukan melanin sehingga kulit akan terlihat lebih gelap. Karena itu jika berada di bawah terik sinar matahari sebaiknya menggunakan tabir surya, busana tertutup, topi ataupun payung.

Untuk melindungi kulit  dari paparan sinar matahari secara langsung sebaiknya Anda menggunakan tabir surya SPF 30 ke atas agar hasilnya efektif dan tahan lama. SPF (sun protection factor) terkait dengan waktu atau lama tidaknya harus mengulang pemakaian tabir surya, serta bagaimana sinar ultraviolet tersebut membuat kulit memerah. Semakin tinggi SPF maka perlindungannya akan semakin lama dan semakin jarang penggunaan tabir surya harus diulang. Tetapi sebaiknya tabir surya rutin diulang setiap 1-2 jam sekali.

4. Menggunakan Scrub
Ditambahkan dr. Ratna, setiap dua minggu sekali sebaiknya melakuan scrubbing. Scrubbing berfungsi untuk mengangkat sel kulit mati, mengangkat kotoran yang menyumbat pori-pori kulit, sekaligus membuka pori-pori agar kulit bisa bernafas dan menyerap nutrisi dari produk kecantikan, seperti lotion, pelembab, body butter atau lainnya. Scrub juga dapat memperbaiki sirkulasi darah dan memperbarui sel-sel kulit, sehingga dengan stimulasi sel kulit wajah akan terlihat lebih segar, serta efek jangka panjangnya adalah membuat kulit senantiasa halus.

Saat melakukan scrubbing, pastikan tidak ada luka yang terbuka atau terdapat luka baru, tidak ada luka bakar, dan tidak terdapat penyakit kulit, seperti eksim. Scrub yang digunakan juga sebaiknya disesuaikan dengan jenis kulit dan bedakan antara scrub wajah dengan scrub tubuh. Scrub wajah lebih lembut dibandingkan scrub tubuh, karena kulit wajah lebih halus dan peka dibandingkan kulit di tubuh. Selain rutin scrubbing, sebaiknya juga minum suplemen vitamin C dosis tinggi atau suplemen antioksidan.
Treatment Pencerahan yang Aman. Jika ingin kulit lebih cerah atau putih, rasanya tak cukup dengan perawatan harian dari dalam dan dari luar yang telah dijelaskan sebelumnya. Tetapi diperlukan treatment pencerahan kulit yang menggunakan bahan-bahan untuk memutihkan kulit dengan cara mengurangi pigmen. Meski ingin putih, namun sebaiknya pilih bahan-bahan yang aman untuk mengurangi pigmen. Kesalahan memilih produk pemutih membuat kulit menjadi infeksi dan meradang kemerahan apalagi jika terkena sinar matahari.

Berikut beberapa treatment yang dapat digunakan untuk mencerahkan kulit secara aman dan tepat:

1. Penggunaan Krim Pencerah
Umumnya untuk mencerahkan kulit digunakan krim-krim pencerah, berupa krim malam dan krim pagi. Menurut dr. Annisa Anggraini, krim pagi memiliki hasil maksimal untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari jika digunakan secara bersamaan dengan tabir surya dan pelembab. Sedangkan krim malam berfungsi untuk memberikan nutrisi yang dapat melembabkan dan mencerahkan kulit. Karena itulah, penggunaannya sebaiknya tidak tertukar.

Ketika krim malam dioleskan pada kulit, terkadang menimbulkan jerawat atau tidak cocok karena memang kulit juga membutuhkan adaptasi terhadap bahan yang digunakan. Masa kulit beradaptasi berkisar antara 7 hingga 10 hari. Jika dalam jangka waktu tujuh hari, penggunaan krim malam menyebabkan kulit meradang, memerah dan mengelupas itu artinya produk yang digunakan tidak cocok untuk kulit. Tetapi jika setelah masa adaptasi peradangannya berangsur membaik maka artinya produk tersebut cocok untuk kulit.

Ketidakcocokan terhadap suatu produk pencerah salah satunya ditentukan oleh jeins kulit. Pada kulit sensitive yang ambang sensitivitasnya tinggi maka semua bahan produk kulit yang tidak cocok akan langsung dikeluarkan sehingga kulit terlihat berwarna kemerahan. Namun pada kulit normal yang ambang sensitivitasnya lebih rendah maka jika sudah timbul beruntusan atau kemerahan pada kulit akan cepat hilang jika kulit sudah beradaptasi dengan baik.

Ditambahkan oleh dr. Euis, umumnya krim-krim untuk pencerah mengandung bahan-bahan untuk mengurangi pigmen. Berikut bahan-bahan dalam krim pencerah yang aman digunakan untuk kulit, anatara lain:

Hidrokinon
Hidrokinon dapat mencerahkan kulit, namun penggunaannya arus di bawah pengawasan dokter. Oleh dokter, kandungan hidrokinon yang boleh dipakai adalah 2-5 ersen dan di atas persentase itu pemutih tersebut berbahaya bagi kulit. Penggunaan hidrokinon harus di bawah pengawasan dokter dan tidak bisa dibeli bebas karena memberikan efek samping yang membahayakan.

Hidrokinon merupakan zat reduktor yang mudah larut dalam air. Hidrokinon bekerja pada system sel melanosit dengan menghambat aktifitas enzim tyronase (menjadi aktif akibat sinar matahari, hormonal, penyakit, obat, alergi dan iritasi), yang memicu pembentukan melanin (zat pigmen kulit penyebab kulit lebih gelap, hiperpigmentasi atau noda kecoklatan) dengan cara menghancurkan melonosom (bagian dari melanosit, tempat menyimpan pigmen-pigmen melanin). Hidrokinon akan memberikan hasil kulit putih yang lebih cepat dibandingkan bahan-bahan lainnya karena cara kerjanya bisa mencapai lapisan dermis atau bawah kulit.

Penggunaan hidrokinon tidak bisa untuk jangka panjang, maka setelah melasmanya berkurang, biasanya setelah tiga bulan, akan diberikan produk pemutih lain. Setelah pemakaian krim yang mengandung hidrokinon biasanya kulit agak memerah karena kulit harus beradaptasi, beru setelah itu kulit menjadi putih. Namun penggunaan hidrokinon dalam jangka waktu panjang, baik dalam konsentrasi rendah 2 persen hingga konsentrasi tinggi 5 persen bisa menyebabkan pigmentasi parah, yang disebut ookronosis yaitu kulit berbintik-bintik seperti pasir dan berwarna cokelat kebiruan.

Yang harus diwaspadai, hidrokinon merupakan bahan yang sangat sensitive terhadap sinar matahari sehingga krim yang mengandung hidrokinon bersifat iritasi. Saat iritasi kulit biasanya kemerahan dan ketika kemerahannya hilang akan timbul warna kehitaman. Jadi hidrokinon hanya memberikan efek putih selama produk yang mengandung hidrokinon dipakai dan setelah berhenti pemakaian kulit akan kembali seperti semula.

Karena hidrokinon sensitive terhadap sinar matahari maka persentase kadarnya tidak boleh berlebihan karena kulit menjadi rentan terhadap sinar matahari dan risiko terkena kanker lebih besar sepert halnya orang-orang berkulit putih. Sementara orang berkulit gelap lebih kuat menghadapi sinar matahari karen asel pigmennya lebih banyak. Disamping itu, penggunaan hidrokinon dalam jangka panjang bisa menyebabkan kanker darah atau leukeumia. Karena hidrokinon memberikan efek samping yang bisa membahayakan, maka penggunaan produk pemutih yang mengandung hidrokinon tidak bisa dibeli bebas meski dosisnya rendah.

Kojc Acid
Asam kojik (acid kojic) merupakan produk sampingan dari proses fermentasi beras, dianggap efektif menghambat produksi melanin. Asam kojik berfungsi menonaktifkkn enzim tironase (enzim yang menghambat pembentukan melanin sehingga jika melanin banyak kulit menjadi gelap) dan pengelupasan kulit, memutihkan kulit serta mengatasi jerawat dan penuaan. Kadar yang dipakai adalah 1-4 persen.

Efek samping dari kojic acid adalah iritasi dan dermatitis kontak (peradangan alergi kulit akut akibat kontak dengan zat kimia atau benda-benda lain). Meski bisa menyamarkan noda secara perlahan untuk mengurangi pigmen yang berlebihan, tetapi bila penggunaannya dihentikan, maka kulit akan kembali hitam.

Arbutin
Arbutin berasal dari daun bearberry, cranberry, mulberry atau blueberry shrubs, dan juga terdapat pada kebanyakan pir. Bahan-bahan ini dapat menghambat produksi melanin. Arbutin dan ekstrak tumbuhan yang lain merupakan alternative pencerah wajah yang dianggap aman. Studi medis telah menunjukkan efisiensi arbutin untuk mencerahkan wajah.

Arbutin adalah zat yang mirip dengan hidrokinon, namun tidak memberikan efek samping seperti halnya hidrokinon. Tak heran belakangan penggunaan krim yang mengandung hidrokinon banyak beralih pada penggunaan arbutin, yang dianggap lebih aman. Keunggulan dari bahan arbutin adalah bisa digunakan kapan saja, pagi ataupun siang, berbeda dengan penggunaan bahan hidrokinon yang hanya bisa digunakan pada malam hari.

Dibandingkan hidrokinon, memutihkan kulit dengan arbutin lebih karena sifat arbutin adalah memutihkan kulit secara perlahan-lahan. Karena memutihkannya secara perlahan-lahan maka efek samping seperti iritasi dakan lebih ringan karena sensitivitas terhadap sinar matahari lebih ringan.

Meski arbutin tergolong aman, namun karena di dalam: produk pemutih itu tidak hanya kandungan pemutihnya saja, tetapi ada bahan lain seperti pengawet kosmetik atau propylene glycol. Begitu pula di dalam produk pemutih bisa jadi ada pewanginya. Dan ada beberapa orang alergi tehadap pengawet kosmetik ataupun pewangi kosmetik. Jika penggunaan pemutih yang mengandung arbutin dihentikan, maka kulit akan kusam kembali.

AHA (alpha hydroxyl acid) dan PHA (poly hydroxyl acid)
AHA (alpha hydroxyl acid) bermanfaat untuk mengelupaskan sel-sel kulit mati dan mempercepat produksi sel-sel kulit sehingga kulit lebih cerah dan segar. Di samping itu, AHA dapat merangsang produksi kolagen alami pada kulit, serta meningkatkan dan memperbaiki elastisitas kulit. AA juga dapat meningkatkan warna kulit seperti hiperpigmentasi dan meringankan bintik-bintik penuaan pada wajah.

Meski AHA mampu mencerahkan, tetapi AHA tidak mempengaruhi pigmen. Cara kerjanya seperti cairan peeling yang akan tumbuh lapisan kulit baru sehingga kulit terlihat bersih dan cerah. AHA bisa digunakan pada pagi dan malam ari dengan konsentrasi di bawah delapan persen.

Penggunaan AHA sebagai pencerah cukup aman. Namun, AHA juga dapat menimbulkan efek samping seperti rasa terbakar atau panas pada wajah, pengelupasan kulit, wajah memerah dan bengkak, iritasi kulit, serta kulit menjadi kering. Karena itulah, ketika menggunakan produk berbahan AHA sebaiknya menggunakan tabir surya, karena AHA dapat meningkatkan kepekaan kulit terhadap sinar matahari.

 Asam Retinoat atau Tretinoin
Asam retinoat merupakan bentuk asam dan bentuk aktif dari vitamin A (retinol), yang disebut juga trtinoin. Penggunaan asam retinoat ini sebaiknya di bawah pengawasan dokter agar penggunaannya aman. Fungsi dari asam retinoat adalah untuk meratakan kult wajah, sekaligus menormalisasi sel-sel kulit.

Asam retinoat juga sering dimasukkan dalam komposisi krim pemutih karena dipercaya memiliki efek pemutih. Efek asam retinoat ini tidak langsung melalui penghambatan pigmen melanin seperti beberapa senyawa pemutih lainnya, tetapi diduga karena terjadinya peningkatan proliferasi sel-sel keratin dan percepatan turnover epidermis (lapisan kulit paling luar), sehingga memberikan efek mencerahkan kulit.

2. Treatment Chemiccal Peeling
Chemical peeling berfungsi untuk mengelupaskan sel-sel kulit mati, kemudian dalam prosesnya akan merangsang sel-sel kulit baru sehingga kulit seseorang tampak lebih cerah. Chemical peeling dilakukan untuk mempercepat pengelupasan kulit, karena kulit selalu berganti dengan yang baru. Bahan yang digunakan dalam chemical peeling antara lain asam glikolat, asam salisilat dan TCA (trichloro-acid).

Meski ingin terlihat cerah, namun sebaiknya tidak terlalu sering melakukan treatment chemical peeling. Treatment chemical peeling cukup dilakukan sebulan sekali karena treatment ini dilakukan dengan pengelupasan kulit. Pasalnya, pertumbuhan kulit sendiri, mulai dari sel basah (sel paling bawah), kemudian akan berubah menjadi sel-sel yang akan terus tumbuh ke atas hingga berakhir menjadi sel kulit mati atau korneosit akan terlepas. Proses dari sel basah hingga menjadi korneosit berlangsung sekitar tiga minggu.
Jika pengelupasan kulit dengan chemical peeling dilakukan terlalu sering seperti seminggu sekali atau dua minggu sekali, maka proses pembentukan sel kulit barunya belum terbentuk, tetapi kemudian dilakukan pengelupasan lagi, maka akan melukai dan merusak kulit. Treatment chemical peeling ini tidak hanya dilakukan untuk kulit wajah, tetapi juga dapat mencerahkan kulit seluruh tubuh. Hanya saja untuk kulit wajah dan kulit tubuh dibedakan dari tingkat konsentrasi bahan aktif yang digunakan.

Biasanya setelah dua hingga empat bulan menjalani treatment chemical peeling maka hasilnya akan terlihat, yaitu kulit lebih cerah. Efek sampingnya adalah kulit kemerahan kurang lebih selama satu minggu. Tapi setelah itu, kulit akan terlihat lebih cerah. Tentu saja malam harinya menggunakan krim malam dan paginya menggunakan tabir surya. Dan jika ingin  melakukan chemical  peeling tanpa kemerahan, sebaiknya pilih chemical peeling ringan, dengan persentase bahan-bahan yang digunakan lebih sedikit, meski hasilnya tidak secepat chemical peeling yang kemerahan.

Setelah menjalani treatment pemutihan kulit atau chemical peeling, sebaiknya kulit tidak terpapar sinar matahari secara langsung lebih dari 15 menit. Pasalnya saat itu kulit sedang terkelupas sehingga kulit menjadi hitam dari sebelumnya. Pasalnya saat itu kulit sedang terkelupas sehingga kulit lebih peka terhadap sinar matahari. Tak hanya itu saja, 10 menit terpapar maka satu lapisan pigmen akan terbentuk, 20 menit maka dua lapisan pigmen akan terbentuk. Terpapar sinar matahari selama satu jam saja maka kulit akan menghitam keesokan harinya. Seperti itulah sifat kulit. Akibatnya hasil dari pemutihan selama dua bulan akan sia-sia dan kembali ke titik nol.

3. Treatment Laser Nd:Yag
Laser Nd:Yag dapat mencerahkan kulit sehingga hiperpigmentasi hilang setelah rutin dilaser. Dijelaskan oleh dr. Euis, laser ini targetnya spesifik sehingga tidak mengenai target lain dengan demikian hasilnya lebih jelas dan lebih aman. Untuk mencerahkan kulit, maka target atau kromofor dari sinar panjang laser adalah pigmen. Selain untuk mencerahkan kulit, laser Nd:Yag juga dapat digunakan untuk peremajaan kulit (skin rejuvenation), hair removal, dan tato.

Ketika dilaser akan timbul rasa hangat, sehingga akan merangsang sel-sel kolagen serta sel-sel pigmen  akan peca. Sel-sel pigmen yang pecah itu akan dimakan oleh makrofag sehingga sel pigmennya akan berkurang. Jika sel pigmen berkurang maka kulit akan lebih cerah. Makrofag adalah sel darah putih dalam jaringan yang dihasilkan oleh pembagian monosit, yang berperan untuk menelan dan mencerna “benda-benda asing” termasuk pigmen.

Sekali treatment sebenarnya hasilny sudah terlihat yaitu kulit cerah. Tetapi untuk mendapatkan kulit cerah yang bagus, sebaiknya laser dilakukan rutin setiap 4-6 minggu sekali. Tidak dianjurkan terlalu sering melakukan laser karena memang sebetulnya tidak perlu dilakukan sering. Pasalnya, proses kerja makrofag untuk menelan sel-sel pigmen yang sudah dihancurkan juga membutuhkan waktu. Jika laser dilakukan terlalu sering, maka ketika proses kerja makrofag belum selesai, kemudian ditembakkan kembali laser maka itu adalah suatu pemborosan.

Selain itu, meski secara kasat mata diluar kulit tidak terlihat ada perlukaan, namun pada bagian dalam kulit terjadi perlukaan karena itu diperlukan waktu untuk penyembuhan luka (wound healing). Jika laser dilakukan terlalu sering, sementara waktu penyembuhan lukanya masih berlangsung, maka justru akan merusak kulit.

Treatment laser ini tidak hanya dilakukan untuk kulit wajah, tetapi juga dapat mencerahkan kulit seluruh tubuh. Hanya saja untuk kulit wajah dan kulit tubuh dibedakan dari tingkat parameter panas yang digunakan.

4. Facial, Injeksi dan Serum Whitening
Menurut dr. Ratna, facial yang sering digunakan untuk mencerahkan kulit adalah facial whitening. Umumnya bahan yang digunakan adalah vitamin C yang dapat mencerahkan kulit. Untuk medapatkan kulit yang cerah, sebaiknya facial whitening ini dilakukan secara rutin seminggu sekali. Dalam sebulan hasilnya sudah terlihat yaitu kulit lebih cerah.

Selain treatment facial whitening, bisa juga dilakukan njeksi (suntik) whitening menggunakan vitamin C dan suplemen antioksidan. Vitamin C adalah asam askorbat yang dapat menangkal radikal bebas. Vitamin ini dapat membentuk kolagen dan membantu proses pembentukan jaringan kulit, sehingga kulit mati bisa diperbaiki.

Suntik vitamin C harus disesuaikan dosis, 2-5 gr jika sedang fit. Sebaiknya memang suntik ini dilakukkan saat tubuh sedang sehat, agar manfaatnya benar-benar dirasakan kulit. Kondisi ginjal dan hati juga harus sehat agar tidak menyebabkan batu ginjal. Setelah disuntik sebaiknya banyak minum air putih agar vitamin C tidak mengencap di hati. Jika ada indikasi negative, sebaiknya pemakaiannya dihentikan.

Selain disuntik vitamin C juga bisa digunakan dalam bentuk serum, yang terdiri dari L-ascorbic acid, ascorbyl-6 palmitat dan magnesium ascorbyl phosphate. Magnesium ascorbyl phosphate merupakan bentuk yang paling stabil dan tidak mudah teroksidasi udara. Serum vitamin C dibutuhkan karena kulit sering terpapar sinar matahari dan polusi, sehingga vitamin C digunakan untuk melindungi dari paparan sinar matahari, debu dan polusi. Serum vitamin C mengandung antioksidan yang dapat mencegah perusakan kulit akibat radikal bebas, sehingga kulit terlindungi.

Serum vitamin C dioleskan pada kulit, lalu akan meresap ke dalam kulit. Serum ini akan bertahan di dalam kulit dan memperbaiki jaringan kolagen dan elastin sehingga kerutan-kerutan halus hilang. Serum vitamin C cukup aman dan tidak menimbulkan efek samping. Sakali pemakaian serum vitamin C hasilnya akan terlihat kulit lebih cerah. Tetapi hasil akan semakin bagus setelah pemakaian 2-4 minggu. Tiga bulan kemudian hasilnya akan semakin bagus karena kolagennya sudah terbentuk. Sebaiknya  penggunaan serum dilakukan secara kontinu karena kulit setiap hari terpapar sinar matahari, debu dan polusi.

5. Treatment Radio Frekuensi
Setelah treatment pencerahan kulit menggunakan suntik whitening dengan vitamin C juga bisa dikombinasikan juga dengan treatment radio frekuensi. Radio frekuensi yang selama ini dikenal sebagai treatment pengencangan kulit dan meniruskan pipi, ternyata juga bisa digunakan untuk mencerahkan kulit. Namun menurut dr. Annisa, penggunaan radio frekuensi sebaiknya disesuaikan dengan usia. Untuk usia 20 tahun, treatment radio frekuensi kurang perlu. Sementara untuk mereka yang berusia di atas 30 tahunan, maka treatment radio frekuensi akan memberikan hasil yang bagus.

Seperti halnya treatment pencerah lainnya, maka untuk radio frekuensi ini cukup dilakukan sebulan sekali, karena memang kulit beregenerasi selama 298 hari. Tidak dianjurkan dilakukan telalu cepat, seperti dua minggu sekali, karena proses regenerasi kulit masih berlangsung. Dengan rutin menjalani treatment radio frekuensi maka akan mempercepat proses pengelupasan kulit.
Tetap Pakai Krim. Meski telah menjalani treatment pencerahan kulit seperti chemical peeling, laser Nd:Yag ataupun suntik vitamin C, sebaiknya Anda tetap melakukan perawatan kulit harian di rumah.

Dijelaskan oleh dr.Euis, biasanya setelah menjalani treatment chemical peeling, seperti chemical peeling superficial (permukaan) yang tidak ada pengelupasan hebat, maka setelah treatment bisa menggunakan krim perawatan.
Sementara jika chemical peeling yang dilakukan tergolong medium hingga deep maka diperlukan  masa penyembuhan (down time) sekitar satu minggu. Selama masa penyembuhan maka penggunaan krim-krim malam yang bersifat pengelupasan sebaiknya tidak digunakan karena dapat membuat iritasi. Biasanya setelah chemical peeling medium hingga deep diberikan krim pascapeeling untuk meredakan efek iritasi dari peeling-nya tersebut.

Begitu pula seletah menjalani treatment laser, biasanya diberikan krim pasca laser ataupun antibiotic untuk meredakan peradangan setelah laser. Setelah penggunaan krim tersebut selama beberapa hari, barulah Anda boleh menggunakan krim malam kembali.

Recent Comments

  1. AM MUSAWAMAH TRISWANGGA

    Sungguh Artikel yg sangat baik untuk diketahui dan diperaktekkan…

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *