Penggunaan Pelembab yang Salah Picu Jerawat

Penggunaan Pelembab yang Salah Picu Jerawat

Pelembab atau body lotion yang bermanfaat melembabkan kulit tubuh ternyata juga bisa menjadi pelembab tumbuhnya jerawat jika penggunaan tidak sesuai dengan jenis kulit. Karena itu, untuk menghindari dari efek negatif ini Anda dianjurkan untuk memilih pelembab yang sesuai dengan jenis kulit Anda serta memperhatikan komposisi bahan yang terkandung dalam pelembab. Seperti apa?

Melihat manfaatnya untuk kulit, membuat pelembab menjadi produk kecantikan wajib yang paling banyak digunakan oleh kaum hawa. Di balik itu, ternyata pelembab kulit juga bisa menyebabkan efek samping tumbuh jerawat jika jenis pelembab tidak sesuai dengan jenis kulit. Misalnya, pemilik kulit berminyak mengoleskan body lotion yang mengandung minyak (oily) yang jika dioleskan secara rutin menyebabkan minyak yang terkandung dalam pelembab akan menambah produksi minyak di kulit. Berhubung kandungan minyak berlebih merupakan salah satu factor utama yang menyebabkan tumbuhnya jerawat maka tak heran penggunaan pelembab yang oily di kulit yang berminyak bisa menjadi factor pemicu tumbuhnya jerawat.

Scan0055Selain itu, komponen kandungan bahan pelembab yang terlalu padat pun dikatakan oleh dr. Liza Suzanna Bonora, dokter kecantikan, sebagai salah satu penyebab tumbuhnya jerawat di kulit. Pasalnya, komponennya yang terlalu padat dikhawatirkan akan menutup kelenjar minyak kulit dan memicu tumbuhnya jerawat di area kulit tubuh.

Kandungan Sulfur

Sebelum jerawat tumbuh akibat salah pelembab, sebaiknya Anda lebih selektif memilih pelembab kulit, apalagi jika memiliki jenis kulit berminyak. Pemilik kulit berminyak sebaiknya memilih pelembab yang terbuat dari bahan dasar air (water based). Berbeda dengan pelembab oily yang terdiri atas 90-100 persen kandungan minyak, pelembab berbahan dasar air memiliki 70-90 persen. Kandungan airnya yang besar diharapkan akan mengurangi produksi minyak berlebih pada kulit apapun mencegah kulit untuk memproduksi minyak berlebih.

Tak hanya pelembab berbahan dasar air, mereka yang berjerawat sebaiknya menggunakan pelembab khusus yang telah dicampurkan dengan campuran zat kimia tertentu, seperti sulfur dan belerang. Kandungan belerang yang terkandung dalam pelembab berfungsi mengeringkan jerawat. Dan untuk meredam jerawat agar tak tumbuh lagi, dokter kulit biasanya menambahkan zat antibiotic ke dalam pelembab tersebut.

SPF 15. Agar hasilnya lebih maksimal, Anda pun dianjurkan untuk memilih pelembab kulit yang tidak memberikan efek lengket pada kulit. Pelembab yang lengket bisa membuat kulit Anda terlihat belang atau tidak rata saat memakai bedak. Selain itu, pelembab dengan efek lengket ini juga bisa membuat kulit Anda terlihat kinclong saat berkeringat.

Untuk memberikan perlindungan maksimal, pemilik kulit berminyak yang bermasalah dengan jerawat dianjurkan untuk memakai pelembab dengan kandungan SPF (sun protection factor) di bawah 15. Bila sering berada di luar ruangan, pelembab dengan kandungan SPF tersebut sebaiknya digunakan setiap 1,5-2 jam sekali. Untuk menghindari efek samping timbulnya jerawat, sebelum mengoleskannya Anda dianjurkan untuk membersihkan kulit terlebih dahulu dengan air biasa atau dibasuh dengan air hangat.
Tetapi berbeda halnya jika kenis kulit Anda normal. Pemilik kulit normal bebas menggunakan pelembab dengan kandungan SPF hingga 60. Pelembab dengan kandungan SPF ini bisa bertahan 8-9 jam. Setelah lewat dari 8-9 jam, Anda dianjurkan untuk kembali mengoleskannya secara merata di kulit seluruh tubuh.

Recent Comments

  1. knp yaa.. aku pake body lotion warna kulit jadi tambah kusam

  2. salam. saya mau tanya, untuk jenis kulit normal cenderung berminyak apa memang tidak boleh pakai krim whitening? karena saya malah jerawatan setelah pemakaian krim whitening dari salah satu klinik kecantikan.
    selain itu bekas jerawat malah memerah karena pemakaian krim whitening tersebut, mohon penjelasannya, trima kasih

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *